Quick Response

  • Sastra Sufi: Sebuah Antologi
  • Oposisi Sastra Sufi
  • Memadukan Akal dan Kalbu dalam Beriman
  • Makna Hidup Sesudah Mati: Kebangkitan dan Penghisaban
  • Kenangan Masa Lampau: Zaman Kolonial Hindia Belanda dan Zaman Pendudukan Jepang di Bali
  • Filsafat Sosial Serat Sastra Gending
  • Orang-orang Terbisukan
  • Agama dan Perubahan Sosial

Batu-Batu Lapar

Judul: Batu-Batu Lapar (kumpulan cerpen)
Penulis: Rabindranath Tagore
Penerbit: Bentang Budaya, 2003
Tebal: 257 Halaman
Kondisi: Buku stok lama (bagus)
Harga: Rp. 40.000 (blm ongkir)
Order: (contoh)


Anak-anak dan para nabi, keduanya sama-sama mempunyai visi dan imajinasi yang kreatif mengenai dunia dan cara mengelolanya. Yang membedakannya yaitu bahwa nabi-nabi dengan cara yang tepat dan terpuji mampu membagikan visinya kepada orang lain, sedangkan anak-anak sekedar menikmatinya. Melalui cerpen-cerpennya dalam buku ini, Tagore menunjukkan bahwa dirinya adalah anak-anak sekaligus nabi.

Batu-batu Lapar dan 12 cerita pendek lainnya, terkumpul dalam karya Rabindranath yang satu ini. Semuanya kental nuansa Indianya, dalam setting, dalam budaya pengkastaan, dalam pemujaan pada dewa-dewa bahkan dalam ucapan, tindakan dan kematian. Tagore tidak malu-malu memotret satu per satu kejadian kemudian merangkainya menjadi satu dalam kolase kisah, yang sama sekali tidak berhubungan, namun benang merahnya mampu membuka jendela tempat kita mengintip kondisi sosial masyarakat India secara lugas dan jujur.

Tagore mengulik hal kematian pada kisah menggelikan hantu-hantu harem yang membuat orang paling skeptis jadi lari terbirit-birit pada Batu-Batu Lapar sampai tragedi absurd seorang wanita yang tidak yakin dirinya masih hidup hanya karena tradisi menganggapnya telah mati dalam Hidup atau Mati?. Dari penyair yang tewas mendadak sehabis mendapat durian runtuh ala putri raja dalam Kemenangan atau putra Brahmana meregang nyawa gara-gara mencari tahu rahasia istrinya yang ternyata ular berbisa (asli ular, bukan metafora!) pada Tersebutlah Seorang Raja. Wacana kasta diulas jenaka dalam Paduka yang Mulia, Sang Bayi dan kisah sedih Pembuangan. Sedangkan pemujaan mendapat porsi dalam Sang Pemuja dan Penglihatan. Sebagai tambahan, ada kisah pertentangan budaya tradisional dan barat dalam "Kami Nobatkan Paduka Raja" dan kisah kehancuran keteraturan(!!) dalam Kerajaan Kartu.

Agama dan Perubahan Sosial

Judul: Agama dan Perubahan Sosial
Editor: Taufik Abdullah
Penerbit: Rajawali Press, 1983
Tebal: 475 halaman
Kondisi: Bekas (cukup)
Harga: Rp. 80.000 (blm ongkir)
Order: SMS (contoh)

Sastra Sufi: Sebuah Antologi

Judul: Sastra Sufi: Sebuah Antologi
Penulis: Abdul Hadi W.M.
Penerbit: Pustaka Firdaus, 1985
Tebal: 311 halaman
Kondisi: Bekas (cukup)
SMS : (contoh)


Meskipun selama ini puisi-puisi sastrawan Pujangga Baru, Amir Hamzah, sering dimasukkan sebagai karya sufistik, pengamat sastra Arief Bagus Prasetyo cenderung menolaknya.

"Amir Hamzah bahkan dimasukkan dalam antologi sastra sufi yang disusun oleh Abdul Hadi W.M.. Tapi, menurut saya, Amir Hamzah menjadi satu-satunya pengarang yang bukan sufi dalam antologi itu," kata Arif dalam diskusi "Mendaras Amir Hamzah" di Freedom Institute, Jakarta, Kamis (24/6) malam. Acara yang dipandu Nirwan Dewanto itu juga menghadirkan Sapardi Djoko Damono sebagai pembicara.

Buku Sastra Sufi: Sebuah Atologi karya Abdul Hadi itu memuat karya-karya penyair mistikus dan filsuf Islam terkemuka, seperti Jalaludin Rumi, Al-Hallaj, Rabiah Al-Adawiyah, Hamzah Fansuri, Yasadipura I, Yasadipura II dan Raja Ali Haji.

Arif juga mengutip pandangan Goenawan Mohamad yang menekankan keresahan Amir Hamzah dalam hubungannya dengan Tuhan sebagai masalah pokok dalam karya Amir. A Teeuw, kata Arif, juga mengakui hubungan Amir dengan kesastraan sufi.

Namun, Arif menunjukkan bahwa ada kontras yang nyata antara puisi sufistik dan puisi Amir. Dia mengutip "Syair Perahu" karya Hamzah Fansuri yang menyatakan "Hamba dan Tuhan tiada berbeda sebagai ekspresi persatuan penuh antara Tuhan dan manusia. Tapi, puisi "Turun Kembali" karya Amir justru mempertanyakan persatuan mistis itu ("Adakah begini jadinya/aku hamba engkau penghulu") dan kemudian disangkal ("Aku dan engkau berlainan").

Menurut Arif, kumpulan puisi Nyanyi Sunyi karya Amir mengantisipasi lahirnya puisi-puisi yang disebut Afrizal Malna berspirit "teologi-tanpa-bersama-dewa" dalam khazanah sastra Indonesia. Sejak Amir, terbentang jalan panjang kesunyian teologis, suatu kontinum religiusitas penuh luka, yang dilalui banyak penyair, seperti Chairil Anwar, Surtardji Calzoum Bachri, dan Acep Zamzam Noor.

Adapun Sapardi menampilkan puisi Amir Hamzah sebagai puisi gelap. "Bukan karena puisi Amir sukar dipahami karena belum menguasai sepenuhnya bahasa Indonesia, tapi justru oleh penguasaan tingkat tinggi," kata penyair yang puisinya paling sering dikutip di kartu undangan perkawinan itu.

Sapardi mencontohkan puisi "Hanya Satu" karya Amir yang dimuat dalam antologi sajak "Puisi Baru" yang disusun Sutan Takdir Alisjahbana. Takdir merasa perlu memberi 10 catatan kaki untuk puisi itu, terutama untuk arti kata yang dianggap sulit oleh pembaca karena arkhaik.

Orang-orang Terbisukan

Judul: Orang-orang Terbisukan (kumpulan cerpen)
Penulis: Albert Camus
Penerbit: Titah Surga, 2014
Tebal: 196 halaman
Kondisi: Baru (bagus)
Harga: Rp. 45.000 (blm ongkir)
Order: SMS

Buku yang berisi kumpulan setengah lusin cerita pendek ini melukiskan orang-orang “sakit” yang berselisih dengan dunia di sekitar mereka. Seorang istri yang hanya bisa pasrah bermalam di gurun dan akhirnya mengkhianati suaminya. Seorang seniman yang berjuang untuk menghormati cita-citanya sendiri sebagaimana ekspektasi masyarakat terhadap dirinya. Seorang pendeta yang secara brutal dipaksa untuk menyembah berhala sebuah suku. Meski gambaran cerita-cerita ini ber-setting Afrika Utara, Paris, atau Brazil, kisah-kisah dalam buku ini sesungguhnya sedang menggali potret pengasingan spiritual dan pencarian abadi manusia kepada sebuah kerajaan batin di mana dia dilahirkan kembali. Karya ini menampilkan Camus di puncak kekuatan artistiknya.

Oposisi Sastra Sufi

Judul: Oposisi Sastra Sufi
Penulis: Aprinus Salam
Penerbit: LKiS, 2004
Tebal: 218 halaman
Kondisi: Buku stok lama (bagus)
Harga: Rp. 60.000 (blm ongkir)
Order: SMS (Masih Contoh)

"Puncak sufisme adalah tercapainya 'ekstase' religius bagi hamba di hadapan Ilahi. 'Ekstase' tersebut dalam bentuk kesalehan yang sungguh-sungguh. Dalam agama, pencapaian 'ekstase' menuju Ilahi melalui jalan sufisme merupakan jalan yang sah. Pencapaian absolut dunia sufisme, seperti yang "dibentangkan" Aprinus Salam dari ujarannya Sayyid Hossein Nasr, adalah: "...ia menjadi sumber batin kehidupan dan menjadi pusat yang mengatur seluruh organisme keagamaan Islam" (hlm. 28). Kajian Aprinus Salam dalam buku Oposisi Sastra Sufi menekankan sufisme dalam spektrum-singgungan politik, khususnya yang terjadi dalam pergulatan politik di Tanah Air. Dengan memposisikan gerakan sufisme sebagai lokomotif dan kekuatan moral dalam upaya melawan politik pada konteks saat itu (Orde Baru) yang hegemonis dalam ruang sosial umat-kemanusiaan. Di sini sufisme 'berpihak' pada kekuatan medium teks sebagai bahasa penyampainya, misalnya melalui syair-syair puisi sufi yang di dalamnya memuat (1) bahasa ketuhanan dan (2) bahasa sosio-politik. Lebih jelasnya lihat buku ini yang banyak menguraikan keduanya tersebut. "

Memadukan Akal dan Kalbu dalam Beriman

Judul: Memadukan Akal dan Kalbu dalam Beriman
Penulis: M. Fethullah Gulen
Penerbit: RajaGrafindo Persada, 2002
Tebal: 236 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Harga: Rp. 45.000 (blm ongkir)
Order: (Masih Contoh )


Makna Hidup Sesudah Mati: Kebangkitan dan Penghisaban

Judul: Makna Hidup Sesudah Mati: Kebangkitan dan Penghisaban
Penulis: Ali Unal
Penerbit: RajaGrafindo Persada, 2002
Tebal: 249 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Harga: Rp. 45.000 (blm ongkir)
Order: (Masih Contoh)


Kenangan Masa Lampau: Zaman Kolonial Hindia Belanda dan Zaman Pendudukan Jepang di Bali

Judul: Kenangan Masa Lampau: Zaman Kolonial Hindia Belanda dan Zaman Pendudukan Jepang di Bali
Penulis: Ide Anak Agung Gde Agung
Penerbit: YOI, 1993
Tebal: 244 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Harga: Rp. 30.000 (blm ongkir)
Order: (Masih Contoh)

Memoir ini bukan suatu karya sejarah untuk mengungkapkan dan menggambarkan perkembangan masa lampau, namun demikian, memoir yang merupakan kenangan pribadi ternyata dapat mengungkapkan dengan baik sekali perkembangan social dan politik pada zaman kolonial Hindia Belanda pada waktu itu di Bali. Penulis yang masa kanak-kanak dan remaja hidup di lingkungan Puri Agung Gianyar yang feudal, dapat menyaksikan singgungan yang terjadi dengan kebudayaan Barat yang sering menimbulkan situasi yang aneh dan lucu. Selain itu memoir ini juga berhasil mengisahkan kembali pahit getirnya masa pendudukan Jepang yang menimbulkan kesengsaraan rakyat banyak di Bali. Yang menonjol dari buku ini adalah bahwa ia dapat melukiskan kejadian dengan lengkap dan terinci, menunjukkan kejujuran, dan dilengkapi dengan dokumentasi yang baik.

Filsafat Sosial Serat Sastra Gending

Judul: Filsafat Sosial Serat Sastra Gending
Penulis: Damardjati Supadjar
Penerbit: Fajar Pustaka, 2001
Tebal: 222 halaman
Kondisi: Stok lama (bagus)
Harga: Rp. 35.000 (blm ongkir)
Order: SMS (Masih Contoh )


Serat Sastra Gending yang saat ini banyak diyakini buah karya Sultan Agung Hanyokro Kusumo adalah salah satu karya adiluhung bangsa kita. Di dalamnya berisi tentang ajaran-ajaran kebijakan yang mencakup ajaran mistis, sosial, politik dan filsafat. Dalam bait-bait sastra gending banyak yang telah dimasukkan bahasa Islam ataupun ajaran Islam meskipun dapat dilihat ajaran atau bahasa yang digunakan masih sangat awam. Hal ini disebabkan ajaran yang Islam masih bersifat kejawen karena pada masa itu Islam belum benar-benar dipeluk oleh kalangan masyarakat Jawa.